TATA TERTIB SISWA
SMA NEGERI I CIKALONGWETAN

 

 

BAB I
HAK – HAK SISWA

Selama masih menjadi siswa SMA Negeri I Cikalongwetan secara sah, maka mendapatkan hak – hak sebagai berikut :

  1. Mengikuti kegiatan belajar mengajar ( KBM ) dengan baik
  2. Berbuat sesuatu yang berguna untuk memajukan diri sendiri, sekolah maupun Organisasi Intra Sekolah
  3. Mengikuti kegiatan Ekstrakurikuler untuk mengembangkan bakat yang dimilikinya sesuai dengan kegiatan Ekstrakurikuler yang ada di SMA Negeri I Cikalongwetan
  4. Mendapatkan informasi, bimbingan, kasih sayang atau perhatian dan perlindungan dari sekolah melalui wali kelas, BK, Guru dan Karyawan SMA Negeri I Cikalong- wetan secara adil
  5. Memberikan saran dan kritik yang membangun terhadap kebijakan sekolah melalui jalur PK / OSIS dengan benar
    Mendapatkan fasilitas yang layak dari sekolah
  6. Melakukan pembelaan terhadap dirinya atas tuntutan yang dikenakan tanpa ada intimidasi

BAB II
KEWAJIBAN SISWA

Selama masih menjadi siswa SMA Negeri I Cikalongwetan secara sah, maka siswa tersebut memiliki kewajiban sebagai berikut :

  1. Mentaati tata tertib yang ada
  2. Mengikuti Program sekolah
  3. Hadir di kelas atau sekolah paling lambat pukul 07.00 dan meninggalkan lingkungan sekolah paling lambat 30 menit sesudah kegiatan sekolah selesai, kecuali ada kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti sampai dengan pukul 16.30
  4. Siswa yang tidak mengikuti KBM :
    • Sakit atau ada keperluan lain selama 1 s.d 2 hari, maka orang tua / wali wajib memberitahukan kepada pihak sekolah
    • Sakit selama lebih dari 2 hari, wajib melampirkan surat keterangan dari dokter
    • Keperluan lain selama lebih dari 2 hari, maka orang tua / wali wajib datang ke sekolah untuk mengurus perizinannya melalui wali kelas
  5. Siswa yang terpaksa meninggalkan KBM :
    • Sakit harus mendapatkan izin dari guru pengajar dan piket
    • Keperluan keluarga harus mendapatkan izin dari guru pengajar dan piket dengan membawa surat keterangan dari pihak orang tua siswa
    • Keperluan yang berkaitan dengan kegiatan sekolah harus mendapatkan izin dari guru pengajar, piket dan pembina ekstrakurikuler
    • Dijemput sebelum jam pelajaran sekolah selesai, penjemput wajib melapor kepada guru piket dan menyerahkan kartu identitas penjemput
  6. Berprilaku baik, jujur, dan hormat kepada Kepala sekolah, Guru, Karyawan, dan sesama siswa dilingkungan SMA Negeri I Cikalongwetan
  7. Berperan aktif menciptakan suasana kondusif dilingkungan sekolah dan sekitarnya
  8. Menjaga nama baik almamater dan berupaya meningkatkan prestasi, baik di bidang intrakulikuler maupun Ekstakurikuler
  9. Memakai seragam sekolah dengan ketentuan :
    • Celana panjang / rok abu – abu dan kemeja putih dengan badge, khusus siswi memakai kaos dalam atau singlet
    • Ukuran celana panjang / rok tidak ketat, dan rok panjang se mata kaki dan kemeja dimasukan kedalam celana panjang / rok kecuali busana muslim
    • Pada hari jum’at khusus siswa – siswi beragama Islam memakai busana Muslim dan Muslimah sesuai dengan ketentuan sekolah
    • Sepatu dengan model Kets / Olahraga berwarna hitam dan mengenakan kaos kaki panjang warna putih
  10. Mengikuti Upacara hari senin dan hari besar lainnya yang diadakan sekolah, kecuali bagi yang sakit (harus seizin piket) dengan seragam lengkap dan menggunakan topi.
  11. Ketika mengikuti pelajaran Olahraga, siswa wajib memakai seragam olahraga yang telah ditentukan oleh sekolah
  12. Membayar iuran sekolah paling lambat tanggal 10 setiap bulannya
  13. Membawa kartu identitas siswa ( KTP / Kartu Pelajar )
  14. Jika mengadakan kegiatan ekstrakurikuler didalam atau diluar sekolah sampai menginap, harus diketahui oleh orang tua dan seizin kepala sekolah serta didampingi oleh Pembina Ekstrakurikuler
  15. Jika ada kegiatan organisasi atau kelompok dari luar sekolah baik melibatkan siswa ataupun tidak dan didalam lingkungan sekolah harus diketahui dan seizin dari Kepala Sekolah
  16. Menjaga keutuhan dan kebersihan kelas serta alat – alat inventaris sekolah dan milik pribadi

BAB III
LARANGAN DAN NILAI BOBOT

PASAL I
CITRA DIRI

Siswa yang berkepribadian dan berbudaya akan memiliki identitas pribadi sebagai seorang siswa Indonesia. Hal – hal yang melanggar pembentukan citra diri antara lain :

  1. Memakai pakaian seragam yang tidak sesuai dengan ketentuan sekolah, termasuk pakaian olahraga dan pakaian muslim serta atribut upacara ( Poin 5 )
  2. Memakai sandal atau sepatu yang dipakai tidak semestinya dilingkungan sekolah mulai jam pertama s.d jam terakhir ( poin 5 )
  3. Siswa putra :
    • Berambut panjang atau gondrong ( Poin 5 )
    • Mengecat rambut atau membuat potongan rambut yang tidak pantas untuk ukuran pelajar (poin 5)
    • Memakai kalung, anting dan gelang ( poin 5 )
    • Memakai kemeja atau celana ketat atau sudah tidak pantas untuk dipakai ( poin 5 )
  4. Untuk Putri :
    • Memakai perhiasan atau make up yang berlebihan ( poin 5 )
    • Memakai kemeja atau rok ketat atau transparan  ( poin 5 )
    • Memakai kemeja tidak dimasukan kedalam rok ( poin 5 )

PASAL 2
CITRA SMA Negeri UNGGULAN

Menjadi siswa di SMA Negeri I Cikalongwetan adalah salah satu idaman siswa di wilayah Kab. Bandung Barat. Perilaku siswa SMA Negeri I Cikalongwetan dapat dicerminkan dengan tidak melakukan pelecehan terhadap citra SMA Negeri I Cikalongwetan seperti melakukan pelanggaran sebagai berikut :

  1. Menyalahgunakan alat – alat yang tidak ada hubungannya dengan KBM di sekolah ( poin 5 )
  2. Tidak mengikuti upacara sengaja tanpa seizin piket dan melakukan hal – hal yang  menggangu terlaksana nya upacara secara khidmat atau meninggalkan upacara yang belum selesai kecuali sakit (poin 10)
  3. Membawa kendaraan roda empat kedalam lingkungan sekolah ( poin 10 )
  4. Masuk atau keluar sekolah dengan cara melompat atau menerobos pagar ( poin 15 )
  5. Selama menjalani skorsing berada diLingkungan sekolah ( poin 20 )
  6. Membawa dan atau menyimpan rokok dilingkungan sekolah ( poin 10 )
  7. Menghisap rokok dilingkungan sekolah ( poin 20 )

 

PASAL 3
SUASANA KELAS

Suasana kelas atau ruang belajar yang tenang teratur dan menyenangkan dapat meningkatkan motivasi siswa untuk belajar lebih giat sehingga siswa dapat mencapai hasil belajar yang maksimal. Pelanggaran – pelanggaran yang dapat merusak suasana di kelas antara lain :

  1. Masuk kekelas tanpa seizin dari guru piket bila terlambat lebih dari 10 menit, baik pada jam pertama atau pada pergantian jam pelajaran atau jam istirahat ( poin 2 )
  2. Meninggalkan kelas / lingkungan sekolah saat KBM sedang berlangsung tanpa seizin dari guru pengajar dan guru piket ( poin 3 )
  3. Masuk sekolah tanpa surat keterangan dari orang tua jika hari sebelumnya tidak hadir tanpa keterangan     ( poin 2 )
  4. Melakukan kegaduhan, keributan,keonaran, sehingga  menggangu KBM (poin 25 – 100)

PASAL 4
PELESTARIAN LINGKUNGAN

Belajar ditempat yang bersih dapat menimbulkan jiwa yang sehat. Untuk siswa SMA Negeri I Cikalongwetan harus mempunyai kesadaran pentingnya pelestarian lingkungan hidup disekitar sekolah. Pelanggaran – pelanggaran itu dicerminkan antara lain :

  1. Merusak keindahan sekolah dan lingkungan antara lain dengan membuang sampah sembarangan atau tidak pada tempatnya ( poin 2 )
  2. Membuat coretan pada barang – barang inventaris sekolah atau di tembok atau tempat – tempat lain di dalam maupun di luar lingkungan sekolah ( poin 10 )

PASAL 5
NORMA SUSILA

Siswa yang baik dan santun dalam bergaul akan menjadi harapan bangsa. Pelanggaran – pelanggaran terhadap norma susila dicerminkan antara lain :

  1. Bersikap tidak sopan terhadap sesama siswa  ( poin 10 )
  2. Menerima tamu disekolah saat KBM tanpa izin dari guru piket ( poin 5 )
  3. Melakukan perbuatan yang bertentangan dengan norma susila dan agama, seperti
    • Bermain kartu ( poin 2 )
    • Berbuat asusila ( poin 50 – 100 )
    • Berjudi ( poin 50 )
  4. Berlaku tidak sopan atau menghina atau membangkang, melawan terhadap Kepala Sekolah, Guru dan Karyawan ( poin 50 – 100 )
  5. Melakukan kecurangan memalsukan identitas atau tanda tangan orang lain untuk kepentingan pribadi atau kelompok ( poin 20 – 50 )
  6. Melakukan pemalsuan tanda tangan Kepala Sekolah atau Guru atau Karyawan untuk kepentingan individu atau kelompok ( poin 50 – 100 )
  7. Melakukan kecurangan ketika ulangan harian atau ulangan umum atau ujian lainnya (poin 10)
  8. Memberikan keterangan atau pernyataan palsu ( poin 20 – 50 )
  9. Menyalahgunakan, mengambil, atau meminta dengan paksa berupa uang atau barang orang lain atau milik sekolah ( poin 50 – 100 )
  10. Melakukan perusakan barang milik orang lain atau sekolah baik sengaja maupun tidak sengaja (poin 20 – 100)
  11. Melakukan intimidasi terhadap siswa lain sehingga menimbulkan rasa tidak aman atau ketakutan (poin 25 – 75)
  12. Melakukan penendangan atau penamparan atau pemukulan baik secara perorangan maupun kelompok terhadap sesama siswa atau orang lain baik secara langsung maupun dengan menggunakan benda ( poin 40 – 100 )
  13. Melakukan penendangan atau penamparan atau pemukulan baik secara perorangan maupun kelompok terhadap sesama siswa atau orang lain baik secara langsung maupun menggunakan benda sehingga mengakibatkan cidera ( poin 50 - 100 )
  14. Melakukan perkelahian baik secara perorangan maupun kelompok terhadap sesama siswa atau orang lain baik secara langsung maupun dengan menggunakan benda (poin 50 – 100)
  15. Melakukan perkelahian baik secara perorangan maupun kelompok terhadap sesama siswa atau orang lain baik secara langsung maupun dengan menggunakan benda sehingga mengakibatkan cidera (poin 75 – 100)
  16. Membawa atau menyimpan atau menyembunyikan petasan atau bahan peledak lainnya dilingkungan sekolahyang dapat mengancam bahaya jiwa orang atau menghancurkan atau menimbulkan kerusakan barang atau bangunan milik individu atau milik negara (poin 75 – 100)
  17. Memicu terjadinya perkelahian baik perorangan maupun masal ( tawuran ) yang mengakibatkan terjadinya korban dari kedua belah pihak ( poin 75 – 100 )
  18. Membawa atau menyimpan atau menggunakan senjata tajam atau tumpul dilingkungan sekolah (poin 50 – 100)
  19. Membawa atau menyimpan atau menggunakan senjata api dilingkungan sekolah ( poin 100 )
  20. Terbukti secara hukum melakukan tindakan kriminal yang berhubungan dengan pihak kepolisian didalam maupun diluar lingkungan sekolah ( poin 100 )
  21. Membawa atau menyimpan atau mengkonsumsi atau mengedarkan minuman keras atau narkoba atau zat adiktif lainnya didalam maupun diluar lingkungan sekolah ( poin 100 )

PASAL 6
ORGANISASI

Organisasi yang ada dan diakui di SMA Negeri I Cikalongwetan adalah OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah). Sedangkan organisasi lain yang dibentuk untuk menonjolkan identitas diri dapat menimbulkan kerawanan. Hal – hal tersebut dicerminkan dengan pelanggaran – pelanggaran sebagai berikut :

  1. Menggunakan jaket, atau jas atau topi atau pakain maupun tas yang ada identitas  angkatan dilingkungan sekolah ( poin 25 )
  2. Membentuk atau menjadi anggota organisasi atau kegiatan yang tidak dilegalkan oleh sekolah (poin 30)

BAB IV
SANKSI DAN PRESTASI

I. SANKSI

  1. Berupa Teguran
    • Bila bobot poin pelanggaran mencapai 10 ditegur oleh Wali Kelas
    • Bila bobot poin pelanggaran mencapai 15 panggilan orang tua oleh wali kelas
    • Bila bobot poin pelanggaran mencapai 25 panggilan orang tua oleh BK (Bimbingan Konseling)
  2. Peringatan Tertulis
    • Bila bobot poin pelanggaran mencapai 30, surat pernyataan di tandatangani oleh siswa, orang tua dan wali kelas
    • Bila bobot poin pelanggaran mencapai 40, surat pernyataan ditandatangani oleh siswa, orang tua, wali kelas, dan guru BK (Bimbingan Konseling)
  3. Peringatan Skorsing
    • Bila bobot poin pelanggaran mencapai 50 dikenakan skorsing 5 hari dan surat pernyataan ditandatangani oleh siswa, wali kelas, dan wakil kepala sekolah (Bidang Kesiswaan)
    • Bila bobot poin pelanggaran mencapai I dikenakan skorsing 10 hari efektif
    • Bila bobot poin pelanggaran mencapai 85 dikenakan skorsing 15 hari efektif
    • Bila bobot poin pelanggaran mencapai 90 dikenakan skorsing 20 hari efektif
    • Bila mencapai bobot poin pelanggaran 100 dikembalikan kepada orang tua

Catatan ( peringatan skorsing )

  1. Apabila bobot poin pelanggaran mencapai 85, namun siswa tersebut sudah menjalani skorsing pada butir 2, maka masa skorsing hanya ditambah 5 hari
  2. Apabila bobot poin pelanggaran mencapai 90, namun siswa tersebut sudah menjalani skorsing pada butir 3, maka skorsingnya hanya ditambah 5 hari

II. PRESTASI

Akademik

  • Umum / Ekstern
    1. Juara Tingkat Internsional ( poin 75 )
    2. Juara Tingkat Regional ( Poin 50 )
    3. Juara Tingkat Nasional ( Poin 35 )
    4. Juara Tingkat Propinsi ( poin 25 )
    5. Juara Tingkat Wilayah ( poin 20 )
    6. Juara Tingkat Kecamatan ( poin 15 )
  • Khusus / Intern
    1. Juara umum Kelas X, XI dan XII ( poin 25 )
    2. Juara Kelas peringkat pertama ( poin 15 )
    3. Juara Kelas peringkat kedua ( poin 10 )
    4. Juara Kelas peringkat ketiga ( poin 5 )

Non Akademik

  • Umum / Ekstern
    1. Juara Tingkat Internasional ( poin 75 )
    2. Juara Tingkat Regional ( Poin 50 )
    3. Juara Tingkat Nasional ( Poin 35 )
    4. Juara Tingkat Propinsi ( poin 25 )
    5. Juara Tingkat Wilayah ( poin 20 )
    6. Juara Tingkat Kecamatan ( poin 15 )
  • Khusus / Intern
    1. Juara umum lomba / pertandingan ( poin 10 )
    2. Juara Pertama Lomba / pertandingan ( poin 7 )
    3. Juara Kedua Lomba / pertandingan ( poin 5 )
    4. Juara Ketiga Lomba / Pertandingan ( poin 3 )

Prestasi Keorganisasian Sekolah

  • Pengurus PK / OSIS
    1. Ketua OSIS / PK ( poin 25)
    2. BPH PK / OSIS ( poin 20 )
    3. Ketua Sekbid OSIS ( Poin 15 )
  • Pengurus Ekstrakurikuler
    1. Ketua Ekstrakurikuler ( poin 10 )
    2. Pengurus inti Ekstrakurikuler ( poin 5 )
  • Pengurus Kelas
    1. Ketua kelas ( poin 5 )
    2. Pengurus inti kelas ( poin 3 )

Partisipasi dalam mengikuti lomba / kejuaraan

  1. Tingkat Internasional ( poin 25 )
  2. Tingkat Regional ( poin 20 )
  3. Tingkat Nasional ( poin 15 )

BAB V
MEKANISME

Mekanisme penanganan dan pemberian poin pelanggaran serta penanganan dan pemberian poin prestasi bagi siswa – siswi SMA Negeri I Cikalongwetan. yang bertugas menangani dan mencatat siswa yang melakukan pelanggaran atau siswa yang berprestasi dalam pembinaan OSIS adapun mekanisme terbagi menjadi dua, yaitu :

  1. Mekanisme penanganan pemberian poin pelanggaran :
    1. Setiap guru berhak menangani siswa yang terbukti atau diindikasikan melakukan pelanggaran, lalu memprosesnya hingga siswa tersebut mengakui pelanggaran. Setelah itu guru terus menindaklanjuti dengan mencatat nama dan kelas siswa yang bersangkutan. Kemudian catatan tersebut diserahkan kepada pembina OSIS
    2. Pembina OSIS menindaklanjuti dengan :
      • Memanggil siswa yang bermasalah, kemudian dicatat identitasnya, lalu siswa tersebut diberikan poin sesuai dengan pelanggaran yang dilakukannya. Catatan ini kemudian dituliskan pada kartu catatan poin
      • Jika siswa tersebut telah melampaui tahapan pelanggaran yang harus melibatkan wali kelas, BK, Orang tua, wakil kesiswaan atau kepala sekolah maka pembina OSIS memberikan informasi sesuai dengan kebutuhan
      • Jika telah mencapai poin maksimal 100 maka pembina OSIS melaporkan kepada Wakil Kesiswaan dan dilanjuti dengan melaporkannya kepada Kepala Sekolah
      • Siswa yang dikembalikan seterusnya kepada orang tua / dikeluarkan dari sekolah dilakukan oleh Kepala Sekolah dan didampingi oleh :
        1. Wakil Kesiswaan
        2. Satu orang Pembina Osis
        3. Satu orang guru BK Siswa yang bersangkutan
        4. Wali kelas siswa yang bersangkutan
  2. Mekanisme Penanganan dan pemberian poin prestasi :
    1. Siswa dapat langsung dan menyerahkan bukti prestasi atau dapat didampingi oleh guru pembina atau wali kelas atau pelatih kepada pembina OSIS
    2. Pembina OSIS mencatat poin prestasi itu pada kartu catatan poin
    3. Pembina OSIS akan memberikan piagam penghargaan dari sekolah pada saat upacara

Catatan :

  1. Setiap kelipatan 15 Poin prestasi dapat mengurangi 1 ( satu ) poin pelanggaran
  2. Akumulasi pemberian poin dalam tata tertib SMA Negeri I Cikalongwetan berlaku selama 3 tahun dan atau selama menjadi siswa SMA Negeri I Cikalongwetan.

 

                                                                                                                                Cikalongwetan,    Juni 2010

 

                                                                                                                                Kepala Sekolah,

 

 

 

 

 

Agus Saeful Muhram, S.Pd.

 

NIP. 196505181987031008

 

 
 

Program Kerja Kesiswaan 2009-2010

 

PENDAHULUAN

 

A. Latar Belakang

 

Upaya peningkatan mutu kualitas Sumber Daya Manusia yang cerdas, terampil, berakhlak mulia dan mampu hidup bersaing  adalah tuntutan dari perkembangan zaman pada saat ini. Oleh karena itu upaya peningkatan SDM ini harus diprogramkan secara terstruktur, berkesinambungan dan di evaluasi secara berkala. Hal ini menjadi semakin penting karena perubahan-perubahan akibat perkembangan ilmu pegetahuan dan teknologi (Iptek) serta komunkasi menjadi semakin tidak kentara.

 

Salah satu bagian yang penting dalam upaya tersebut adalah sekolah sebagai fungsi pendidikan berkewajban untuk mengembangkan kemampuan serta membentuk watak dan kepribadian bangsa yang bermartabat, khususnya generasi muda sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan nasional. Kompetensi penyelenggaraan pendidikan yang mengacu pada kompetensi siswa yang diarahkan pada kompetensi multiple intelegensi sangatlah diharapkan. Oleh karena itu Upaya pengembangan Potensi Diri Siswa sangatlah diperlukan dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

 

B. Tujuan

 

  1. Mengembangkan seluruh potensi siswa secara optimal dan terpadu yang meliputi  bakat, minat dan kreativitas
  2. Memantapkan kepribadian siswa untuk mewujudkan ketahanan sekolah
  3. sebagai lingkungan pendidikan sehingga terhindar dari usaha dan pengaruh negatif dan bertentangan dengan tujuan pendidikan
  4. Mengaktualisasikan potensi siswa dalam pencapaian prestasi unggulan sesuai bakat dan minat
  5. Menyiapkan siswa agar menjadi  warga masyarakat yangh berakhlak mulia, demokratis, menghormati hak-hak asasi manusia dalam rangka mewujudkan masyarakat madani  (civil society)
  6. Menemukan dan memunculkan potensi-potensi yang ada pada diri siswa sehingga timbul kecakapan hdup (life skiill) yang bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat.
  7. Memberikan kemampuan minimal untuk melanjutkan ke perguruan tinggi dan hidup bermasyarakat
  8. Menumbuhkan daya tangkal pada diri siswa terhadap pengaruh negatif yang datang dari luar maupun dari dalam lingkungan sekolah
  9. Meningkatkan kemampuan siswa sebagai anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya dan alam sekitar.
  10. Meningkatan  apresiasi dan penghayatan seni.
  11. Menumbuhkan sikap berbangsa dan bernegara dengan berdasarkan Pancasila.
  12. meningkatkan kesegaran jasmani dan daya kreasi siswa untuk memantapkan keseimbangan antara pertumbuhan jasmani dan rohani

 

C. RUANG LINGKUP PEMBINAAN KESISWAAN

 

  1. Program Pembinaan Kesiswaan (OSIS)
  2. Program Pembinaan Ekstrakurikuler
  3. Program Unggulan Akademik dan Non Akademik.

 

D. SASARAN PEMBINAAN

 

Sasaran Pembinaan adalah (a) upaya penyelamatan dan (b) pemberdayaan  Potensi Diri Siswa kelas X, XI dan XII SMA Negeri I Cikalongwetan pada tahun 2009/2010 dengan  jumlah sebanyak 990  orang (Kelas X = 330 Siswa,  kelas XI = 340 Siswa dan kelas  XII  = 320 siswa ). terlampir

 

E. HASIL YANG DIHARAPKAN

 

1. Mampu melahirkan SDM yang memiliki keimanan, ketaqwaan, berkualitas, kompetitif, berdedikasi, mandiri dan profesional.

 

2. Mampu meningkatkan prestasi siswa sesuai bakat dan minat siswa

 

3. Mampu meningkatkan pelayanan pendidikan kepada siswa melalui jalur pembinaan penyelamatan siswa dari bahaya perilaku menyimpang di kalangan siswa dan jalur pemberdayaan potensi diri

 

F. STRATEGI PEMBINAAN

 

  1. Melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kab. Bandung Barat
  2. Difasilitasi dan dibimbing oleh :
  3. Guru Mata Pelajaran
  4. Guru Bimbingan Karir (BK)
  5. Pembina OSIS
  6. Pembina Ekstrakurikuler
  7. Pelatih

 

Berkoordinasi dengan guru BK untuk memberikan pelayanan Konseling

 

 

» BAB I: PENDAHULUAN

» BAB II: DASAR PENYUSUNAN TATA TERTIB

» BAB III: AZAS UMUM

» BAB IV: KEHADIRAN DAN MENINGGALKAN SEKOLAH

» BAB V: ABSENSI

» BAB VI: PAKAIAN DAN TATA RIAS

» BAB VII: KEGIATAN EKSTRAKURIKULER

» BAB VIII: PELANGGARAN LARANGAN DAN NOMOR PELANGGARAN

» BAB IX: SANKSI-SANKSI

 

 

 

TATA TERTIB SISWA
SMA NEGERI I CIKALONGWETAN

BAB I
PENDAHULUAN

Undang-Undang No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Sekolah sebagai tempat terselenggaranya pendidikan memerlukan sarana dalam bentuk tata tertib yang disusun berdasarkan pedoman yang wajib dilaksanakan seluruh siswa secara konsekuen dengan penuh kesadaran. Tata tertib ini selanjutnya disebut Tata Tertib Siswa SMA Negeri I Cikalongwetan.

BAB II
DASAR PENYUSUNAN TATA TERTIB

1.

Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

2.

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan

3.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah

4.

Keputusan Rapat Kerja (Raker) guru, karyawan serta komite SMA Negeri I Cikalongwetan tanggal 5 Juni 2010

5.

Keputusan rapat dewan pembina OSIS dengan pengurus OSIS dan perwakilan kelas SMA Negeri I Cikalongwetan tanggal  10 Juni 2010

BAB III
AZAS UMUM

1.

Sebagai warga negara yang baik dan siswa yang bertanggungjawab, patuh pada peraturan dan tata tertib sekolah, hormat pada orang tua, guru, karyawan, santun dalam bertutur kata serta etik dalam pergaulan.

2.

Memiliki rasa solidaritas, loyalitas dan integritas terhadap SMA Negeri I Cikalongwetan.

3.

Selalu menjaga nama baik keluarga dan SMA Negeri I Cikalongwetan

4.

Mengerjakan dan melaksanakan semua tugas kewajiban sebagai siswa SMA Negeri I Cikalongwetan dengan penuh tanggung jawab.

5.

Memelihara keamanan, ketertiban, dan kebersihan lingkungan sekolah.

BAB IV
KEHADIRAN DAN MENINGGALKAN SEKOLAH

Pasal 1
Kehadiran Siswa di Sekolah

1.

Diharapkan 15 menit sebelum jam pelajaran pertama dimulai siswa sudah hadir di sekolah.

 

a.

Bel tanda masuk jam pelajaran pertama pukul 07.15 WIB.

b.

Pintu gerbang sekolah dikunci pukul 07:20 WIB.

c.

Siswa yang terlambat/sampai di sekolah lewat dari pukul 07:20 WIB, tidak diizinkan masuk, setelah dicatat dipulangkan oleh petugas.

d.

Siswa terlambat lebih dari 3 kali dalam waktu 1 minggu maka orang tua/wali siswa yang bersangkutan dipanggil ke sekolah.

2.

Siswa wajib mengikuti semua pelajaran yang diberikan oleh guru di sekolah, kecuali pelajaran agama diikuti sesuai dengan agama masing-masing.

3.

Siswa wajib mengikuti upaca bendera rutin senin pagi maupun upacara peringatan hari-hari besar nasional yang dilaksanakan di sekolah.

4.

Siswa yang berhalangan hadir karena sakit atau hal lain, harus membawa surat keterangan atau pemberitahuan dari orang tua/wali selambat-lambatnya tiga hari setelah siswa yang bersangkutan absen/tidak hadir.

5.

Kehadiran siswa dalam mengikuti KBM/tatap muka bidang studi dengan guru yang mengajar minimal 90% untuk setiap pelaksanaan ujian blok.

6.

Apabila guru berhalangan atau belum hadir, siswa wajib tenang di ruang kelas selanjutnya ketua kelas dan petugas piket kelas segera melapor ke guru piket untuk mendapatkan tugas mata pelajaran yang sama dari guru sejenis.

Pasal 2
Siswa Meninggalkan Kelas/Sekolah pada Saat KBM

1.

Siswa yang ingin ke kamar kecil/koperasi pada saat KBM berlangsung harus membawa kartu kendali dari guru yang mengajar di kelas.

2.

Siswa yang akan meninggalkan kelas/sekolah pada waktu KBM berlangsung wajib meminta izin kepada guru kelas yang mengajar dan melapor ke guru piket.

3.

Siswa yang meninggalkan sekolah karena urusan keluarga, wajib menunjukkan surat keterangan dari orang tua/wali kepada guru piket.

4.

Siswa yang dikeluarkan dari kelas oleh guru bidang studi pada saat KBM karena mengganggu konsentrasi siswa lain atau terlambat masuk kelas setelah istirahat, diwajibkan menyelesaikan tugas dari guru bersangkutan di ruang perpustakaan sampai dengan jam pelajaran guru tersebut berakhir.

BAB V
ABSENSI

Pasal 1
Ketidakhadiran

1.

Jika siswa tidak hadir di sekolah lebih dari 2 hari berturut-turut karena sakit maka harus membawa surat keterangan dokter, dan bagi siswa karena suatu keperluan lain harus membawa surat keterangan orang tua/wali.

2.

Jika dalam 1 minggu siswa tidak hadir lebih dari 3 hari maka orang tua/wali siswa diundang ke sekolah untuk hadir bertemu dengan wali kelas/BK.

3.

Jika siswa tidak bisa menunjukkan surat keterangan dokter atau surat keterangan orang tua/wali siswa atau tidak menghadirkan orang tua/wali siswa dianggap absen/alpa.

4.

Siswa yang tidak hadir karena sakit lebih dari 3 bulan, dianggap cuti dan harus mengulang di kelas yang sama pada tahun berikutnya.

5.

Jika siswa belajar keluar negeri/mengikuti pertukaran pelajar yang lamanya 3 bulan hingga 1 tahun harus mengambil cuti dari sekolah. Setelah kembali harus mengulang di kelas yang sama.

6.

Siswa yang tidak hadir di sekolah selama 14 (empat belas) hari secara berturut-turut tanpa pemberitahuan yang jelas kepada sekolah, dianggap mengundurkan diri.

 

Pasal 2
Ujian Blok dan Remedial

1.

Siswa yang tidak hadir lebih dari 10% dalam satu bidang studi harus mengikuti ujian blok, di ruang khusus.

2.

Siswa yang tidak hadir pada saat ujian blok tanpa keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan tidak diperkenankan mengikuti ujian blok susulan, dan diberi nilai nol.

3.

Batas waktu untuk siswa yang akan mengikuti tes blok susulan adalah 6 hari setelah tes blok berakhir, dan jika sampai batas waktu yang ditentukan siswa bersangkutan tidak hadir maka diberi nilai nol.

4.

Siswa yang belum mengikuti ujian blok/ulangan karena sakit atau lainnya wajib memberitahukan kepada guru yang bersangkutan dengan menunjukkan surat keterangan dari dokter/orang tua, selanjutnya dapat meminta ulangan/ujian susulan.

BAB VI
PAKAIAN DAN TATA RIAS

Pasal 1
Pakaian Seragam Siswa

Siswa wajib mengenakan pakaian seragam dengan ketentuan:

1.

Pakaian yang layak pakai tidak robek atau tambalan dengan bahan warna lain.

2.

Mengenakan pakaian dalam warna putih polos baik putra maupun putri.

3.

Pakaian (kemeja) harus selalu dimasukkan ke dalam celana/rok.

4.

Pakaian mengikuti aturan bentuk/pola yang telah ditentukan sekolah dan ukuran baju tidak junkies, pendek dan ketat.

5.

Menggunakan ikat pinggang warna hitam, sesuai ketentuan.

6.

Memakai sepatu sekolah warna hitam dengan baik dan benar/tidak menginjak bagian belakang sepatu. Sepatu menutupi punggung kaki, bukan sepatu pesta, sepatu balet, sepatu kaca.

7.

Mengenakan kaos kaki putih polos panjang.

8.

Hari Senin - kamis:

 

Seragam kemeja lengan pendek warna putih, untuk siswi yang berbusana muslim kemeja lengan panjang dan berjilbab warna putih dengan badge, celana/rok panjang sampai mata kaki warna abu-abu, ikat pinggang hitam, sepatu hitam, kaos kaki putih polos panjang (untuk hari Senin lengkap dengan topi sekolah), dan baju dimasukkan ke dalam celana/rok.

   
   

 

Hari Jum'at:

Mengenakan seragam Kemeja Batik, untuk siswi mengenakan kemeja Batik lengan panjang dan berjilbab, celana/rok panjang sampai mata kaki warna abu-abu, ikat pinggang hitam, sepatu hitam, kaos kaki putih polos panjang, dan baju dimasukkan ke dalam celana/rok.

 

Hari Sabtu:

Seragam kemeja Batik, celana/rok warna abu-abu panjang sampai mata kaki, ikat pinggang hitam, sepatu hitam, kaos kaki putih polos panjang,dan baju dimasukkan ke dalam celana/rok.

 

   
   

Pasal 2
Tata Rias

1.

Siswa harus menjaga penampilan yang wajar dan tidak berlebihan.

2.

Putra:

potongan rambut pendek rapi (tidak melebih alis mata, tidak menutup daun telinga, tidak mengenai kerah baju, tidak diwarnai, tidak diberi jelly), tidak mengenakan kalung atau gelang, kuping tidak ditindik, tidak bertato atau sejenisnya.

Putri:

rambut panjang diikat/dijepit, tidak dipotong pendek (polka), tidak diberi warna, tidak mencukur alis mata, tidak menggunakan make up, tidak bertato, tidak menindik tubuh selain di telinga dan lebih dari sewajarnya, dan tidak mengenakan perhiasan berlebihan.

BAB VII
KEGIATAN EKSTRAKURIKULER

1.

Siswa wajib mengikuti salah satu kegiatan ekstrakurikuler.

2.

Peserta kegiatan ekstrakurikuler adalah siswa kelas X dan XI.

3.

Jumlah peserta satu cabang kegiatan ekstrakurikuler tidak dibatasi

4.

Kegiatan ekstrakurikuler diselenggarakan setiap hari Kamis, Jum'at dan Sabtu, setelah jam belajar selesai.

5.

Waktu kegiatan ekstrakurikuler maksimal 120 menit untuk satu kali latihan/pertemuan, kecuali untuk persiapan lomba atau pementasan.

6.

Jadwal kegiatan ekstrakurikuler pada hari Kamis dan Jum'at dimulai pukul 14:00 WIB sampai dengan pukul 16:30 WIB.

BAB VIII
PELANGGARAN LARANGAN DAN NOMOR PELANGGARAN

1.

Mengabaikan Bab IV sampai dengan Bab VII.

2.

Keluar masuk sekolah atau kelas tanpa izin guru/petugas piket.

3.

Berolah raga di luar jam pelajaran olah raga.

4.

Membuang sampah sembarangan.

5.

Bermain musik di luar jam pelajaran seni musik.

6.

Makan dan minum pada saat KBM berlangsung.

7.

Membuat kegaduhan (ulang tahun atau perayaan tertentu, saat KBM berlangsung).

8.

Menerima tamu tanpa seizin sekolah (guru/petugas piket).

9.

Memakai sandal, jaket, sweater, rompi, syal, handuk, kacamata hitam di dalam kelas, kecuali sedang sakit.

10.

Mengaktifkan alat elektronik, HP pada saat KBM, Tes Blok atau Ujian berlangsung.

11.

Memakai jaket yang bertuliskan provokasi (Texas/lainnya) di lingkungan sekolah.

12.

Mengenakan atribut organisasi tertentu selain atribut OSIS.

13.

Merusak, mencoret-coret atau mengurangi fungsi dan keindahan inventaris sekolah.

14.

Mengucapkan kata-kata kotor, kasar dan asusila kepada guru/karyawan/sesama teman.

15.

Memalsukan izin atau tanda tangan guru dan karyawan.

16.

Memanjat pagar sekolah untuk keluar dan masuk sekolah.

17.

Membawa, menyimpan, barang-barang yang tidak ada hubungannya dengan kegiatan belajar (komik/kaset/majalah/VCD/CD/DVD/tape/radio, kartu permainan gaple, domino, remi, catur dll.

18.

Berpacaran atau berdua-duaan dengan lawan jenis dalam ruangan di sekolah.

19.

Mengikuti atau mengadakan kegiatan diluar sekolah dengan membawa nama sekolah, tanpa seizin pihak sekolah.

20.

Merokok di lingkungan sekolah/radius 200 meter dari sekolah.

21.

Melibatkan pihak luar sekolah dalam menyelesaikan masalah pribadi di sekolah.

22.

Membawa, menyimpan, mengedarkan, minuman keras, obat terlarang, senjata tajam dan senjata api.

23.

Mabuk karena meminum minuman beralkohol, dan mengkonsumsi NAPZA.

24.

Melakukan tindak kekerasan, mengancam, mengambil hak milik/barang orang lain.

25.

Mengambil hak milik orang lain tanpa izin atau mencuri.

26.

Berkelahi atau bentrok fisik dengan siswa sekolah lain atau sesama siswa SMA Negeri 46.

27.

Memprovokasi dalam perkelahian.

28.

Berada di sekolah selama hukuman skorsing berlangsung.

29.

Mengatasnamakan sekolah untuk melakukan tindakan tertentu yang dapat merusak nama baik/citra sekolah.

30.

Melawan guru, kepsek atau karyawan SMA Negeri I Cikalongwetan.

31.

Melakukan tindakan asusila, melakukan tindak kriminal dan mencemarkan nama baik SMA Negeri I Cikalongwetan.

BAB IX
SANKSI-SANKSI

Setiap siswa yang melakukan pelanggaran baik terhadap kewajiban maupun larangan akan dikenakan sanksi sebagaia berikut:

Pelanggaran Ringan

a.

Setiap pelanggaran Bab IV Pasal 1 (point b, c dan d),siswa dipulangkan dan hadir hari berikutnya dengan diantar orang tua, serta membuat pernyataan tertulis tidak akan mengulangi lagi.

b.

Setiap pelanggaran pertama dari Bab IV Pasal 2 (point 1 - 4), siswa diberi teguran lisan dan mendapat skorsing dari kelas. Selanjutnya siswa tersebut diberi tugas oleh guru pengajar/petugas piket untuk mengerjakan tugas dalam ruangan khusus selama jam pelajaran tertentu.

c.

Setiap pelanggaran kedua dari larangan Bab IV pasal 1 (point b, c, d) Pasal 2, Siswa mendapat teguran keras dan orang tua diberitahu dengan surat resmi. Selanjutnya siswa diketahui orang tua membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi lagi, siap menerima sanksi terburuk apabila mengulangi lagi.

d.

Setiap pelanggaran ketiga, siswa mendapatkan skorsing maksimal 3 hari belajar di rumah.

e.

Setiap pelanggaran keempat, siswa dikembalikan kepada orang tua.

Pelanggaran Sedang

a.

Pelanggaran pertama pada setiap larangan dari nomor 1 - 11, siswa mendapat teguran keras dan membuat surat pernyataan yang diketahui orang tua untuk tidak akan mengulangi lagi.

b.

Pelanggaran kedua pada setiap larangan dari nomor 10 - 11, siswa diskorsing minimal selama 3 hari.

c.

Pelanggaran ketiga pada setiap larangan dari nomor 10 - 11, siswa diskorsing 5 hari dan disarankan untuk pindah sekolah.

d.

Pelanggaran keempat pada setiap larangan dari nomor 10 - 11, siswa dikembalikan kepada orang tua.

e.

Pelanggaran pertama pada setiap larangan dari nomor 12 - 19, siswa mendapatkan skorsing maksimal selama 3 hari.

f.

Pelanggaran kedua pada setiap larangan nomor 12 - 19 diskorsing selama 3 hari dan disarankan untuk pindah sekolah.

g.

Pelanggaran ketiga setiap larangan nomor 12 - 19 siswa dikembalikan kepada orang tua.

Pelanggaran Berat/Khusus

Pelanggaran pertama pada setiap larangan dari nomor 20 - 30, siswa akan dikeluarkan dari SMA Negeri I Cikalongwetan.

Segala sesuatu yang belum diatur dalam tata tertib ini akan diatur kemudian. Kepada semua pihak terutama orang tua/wali agar dapat memahami tata tertib ini untuk selanjutnya memberi pengertian kepada siswa/putra-putrinya agar selalu mematuhi tata tertib yang berlaku dan senantiasa menjaga nama baik sekolah kapanpun dan di manapun.

 

Cikalongwetan, 26 Juni 2010
Kepala SMA Negeri I Cikalongwetan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TATA TERTIB PESERTA DIDIK SMA NEGERI 61 CIKALONGWETAN

 

Menimbang :
a. Bahwa Sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan, memerlukan adanya aturan tertulis yang dijadikan pedoman dalam pelaksanaan pembinaan Peserta Didik;
b. Bahwa sehubungan dengan butir a di atas, perlu ditetapkan peraturan Tata Tertib Peserta Didik SMA Negeri 61 CIKALONGWETAN dengan surat keputusan.

 

Mengingat :
1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi;
5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Kelulusan;
6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah;
7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2006 Tentang Peraturan Pembinaan Prestasi Peserta Didik yang Memiliki Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa;
8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan;

 

MEMUTUSKAN :

 

Menetapkan : TATA TERTIB PESERTA DIDIK SMA NEGERI 61 CIKALONGWETAN

BAB I
KETENTUAN UMUM

 

Pasal 1
Definisi

 

Dalam Tata tertib ini yang dimaksud dengan:
1. Hak peserta didik adalah segala sesuatu yang dapat diperoleh peserta didik SMA Negeri 61 CIKALONGWETAN selama menjadi peserta didik di SMA Negeri 61 CIKALONGWETAN.
2. Kewajiban peserta didik adalah segala sesuatu yang harus dilakukan oleh peserta didik SMA Negeri 61 CIKALONGWETAN selama menjadi peserta didik di SMA Negeri 61 CIKALONGWETAN.
3. Larangan bagi peserta didik adalah segala sesuatu yang tidak boleh dilakukan oleh peserta didik SMA Negeri 61 CIKALONGWETAN selama menjadi peserta didik di SMA negeri 61 CIKALONGWETAN.
4. Pakaian seragam adalah busana yang harus dikenakan oleh peserta didik SMA Negeri 61 CIKALONGWETAN selama berada di lingkungan SMA Negeri 61 CIKALONGWETAN selama peserta didik yang bersangkutan tercatat sebagai peserta didik SMA Negeri 61 CIKALONGWETAN.
5. Sanksi bagi peserta didik adalah segala hal yang menjadi konsekuensi atas tindakan atau pelanggaran yang dilakukan oleh peserta didik SMA Negeri 61 terhadap tata tertib SMA Negeri 61 CIKALONGWETAN.

 

Pasal 2
Tujuan dan Isi

 

Tata tertib ini dibuat sebagai pedoman bagi sekolah dan peserta didik agar tercapai tujuan peserta didik yaitu prestasi yang tinggi, dalam kecerdasan ilmu pengetahuan dan tingkah laku serta budi pekerti yang dilandasi oleh nilai-nilai luhur Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

 

BAB II
HAK DAN KEWAJIBAN PESERTA DIDIK

 

Pasal 3
Hak Peserta Didik

 

Seluruh peserta didik SMA Negeri 61 CIKALONGWETAN berhak memperoleh hal-hal sebegai berikut:
1. Mendapat pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya.
2. Memperoleh pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya.
3. Mengikuti program berkelanjutan baik untuk mengembangkan kemampuan diri maupun untuk memperoleh pengakuan tingkat pendidikan tertentu yang telah dibakukan.
4. Mendapatkan fasilitas belajar, beasiswa, atau bantuan lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
5. Memperoleh hasil Laporan Hasil Belajar Siswa (LHBS)
6. Menyelesaikan program pendidikan sesuai dengan kemampuan dan aturan yang berlalu.

 

Pasal 4
Kewajiban Peserta Didik

 

Seluruh peserta didik SMA Negeri 61 CIKALONGWETAN berkewajiban melakukan hal-hal sebagai
berikut:
1. Menjalankan ajaran agama/kepercayaan masing-masing.
2. Hormat dan sopan kepada semua warga atau keluarga besar SMA Negeri 61 CIKALONGWETAN termasuk tamu sekolah
3. Menjaga nama baik diri sendiri, keluarga dan sekolah, dimanapun dan kapanpun berada.
4. Memelihara keamanan, ketertiban, kebersihan, kerindangan, kenyamanan, kekeluargaan, kecerdasan, dan keindahan sekolah (8K).
5. Melaksanakan tugas-tugas pembelajaran dan tugas-tugas lain dari guru bidang mata pelajaran.
6. Membayarkan biaya pendidikan yang telah ditetapkan, selambat-lambatnya tanggal 10 pada setiap bulannya.
7. Mematuhi semua peraturan SMA Negeri 61 CIKALONGWETAN.
8. Membawa kartu pelajar selama berada di lingkungan SMA Negeri 61 CIKALONGWETAN.
9. Mengisi dan menyerahkan pernyataan kesediaan mentaati tata tertib peserta didik
10. Mengisi dan menyerahkan pernyataan bebas narkoba yang telah ditandatangani orang tua/wali di atas materai Rp6.000.

 

BAB III
SERAGAM PESERTA DIDIK

 

Pasal 5
Pakaian Seragam Harian

 

1. Hari Senin s.d. hari Rabu
Pria: mengenakan seragam celana warna abu-abu, dengan kemeja warna putih pakai badge OSIS dimasukkan dalam celana, ikat pinggang warna hitam, sepatu warna hitam bertali (tidak bahan kaos/plastik), kaos kaki warna putih (tidak memakai pakaian ketat, junkies).
Wanita: mengenakan rok warna abu-abu panjang tidak berempel model A-line, dengan kemeja warna putih pakai badge OSIS dimasukkan dalam rok, ikat pinggang warna hitam, sepatu warna hitam bertali (tidak bahan kaos/plastik), kaos kaki warna putih. Rok panjang mulai dipakai dari kelas X tahun pelajaran 2009/2010.
Kelas XI dan XII tahun berjalan, menyesuaikan (tidak memakai pakaian ketat, junkies)

 

2. Hari Kamis :
Pria: memakai celana putih dan kemeja batik sekolah, dimasukkan ke dalam celana, ikat pinggang warna hitam, sepatu warna hitam bertali (tidak bahan kaos/plastik), dan kaos kaki warna putih (tidak boleh memakai pakaian ketat).
Wanita: memakai rok putih panjang tidak berempel model A-line dan kemeja batik sekolah, dimasukkan ke dalam rok, ikat pinggang warna hitam, sepatu warna hitam bertali (tidak bahan kaos/plastik), dan kaos kaki warna putih (tidak boleh memakai pakaian ketat).

 


3. Hari Jumat
3.1 Bagi peserta didik Muslim
a) Pria: Celana abu-abu, baju koko warna putih yang telah ditetapkan oleh SMA Negeri 61 CIKALONGWETAN, sepatu bertali warna hitam dan kaos kaki warna putih, ikat pinggang warna hitam.
b) Wanita: Rok panjang abu-abu (panjang rok sampai mata kaki dengan model A-line (tidak berempel), baju lengan panjang putih, jilbab warna putih (bukan bargo) yang menutup dada dan tidak transparan, sepatu hitam bertali, kaos kaki warna putih.

 

3.2. Bagi peserta didik non muslim
a. Pria mengenakan pakaian seragam celana abu-abu, kemeja warna putih dengan badge OSIS, dimasukkan ke dalam celana, ikat pinggang warna hitam, sepatu bertali warna hitam, kaos kaki warna putih (tidak boleh memakai baju ketat)

 

b. Wanita mengenakan pakaian seragam rok abu-abu panjang, kemeja warna putih dengan badge OSIS, dimasukkan ke dalam rok, ikat pinggang warna hitam, sepatu warna hitam bertali, kaos kaki warna putih (tidak boleh memakai baju ketat).

 

Pasal 6
Pakaian Seragam Upacara

 

1. Peserta Upacara
Mengenakan pakaian seragam harian dengan mengenakan topi warna abu-abu berlogo SMA Negeri 61 CIKALONGWETAN, dipakai hari Senin pagi atau Upacara hari besar Nasional.

 

2. Untuk Petugas Upacara
Pria: celana panjang warna putih, kemeja putih lengan panjang, syal warna merah, sarung tangan warna putih, peci hitam, ikat pinggang hitam, sepatu hitam, dan kaos kaki warna putih.
Wanita: rok panjang warna putih, kemeja putih lengan panjang, syal warna merah, sarung tangan warna putih, peci hitam, ikat pinggang hitam, sepatu hitam, dan kaos kaki warna putih.

 

BAB IV
KEHADIRAN DAN KETIDAKHADIRAN PESERTA DIDIK DI SEKOLAH

 

Pasal 7
Kehadiran Peserta didik

 

1. Kehadiran peserta didik di SMA Negeri 61 CIKALONGWETAN selambat-lambatnya 5 menit sebelum jam pertama dimulai (pukul 06.30).
2. Pukul 06.40 pintu gerbang ditutup dan peserta didik boleh masuk sekolah jika diantar oleh Orang Tua/Wali peserta didik.
3. Selama KBM berlangsung peserta didik tidak diperkenankan keluar kelas. Izin keluar kelas dapat diberikan apabila:
• Ada keperluan mendesak dan diizinkan oleh guru yang sedang mengajar di kelas
• Ada keterangan dari guru piket kepada guru yang sedang mengajar di kelas

 

4. Pada waktu pergantian jam pelajaran, peserta didik tetap berada di dalam ruang kelas untuk menunggu guru yang mengajar berikutnya.
5. Apabila 5 menit dari jadwal guru belum masuk kelas, ketua kelas atau pengurus kelas melapor pada guru piket.
6. Selama jam belajar, peserta didik tidak diperkenankan keluar meninggalkan sekolah. Izin meninggalkan sekolah dapat diberikan apabila:
1.1. Ada permohonan tertulis dari Orang Tua/Wali peserta didik.
1.2. Ada keperluan keluarga, sakit, dan keperluan lainnya, guru piket melakukan konfirmasi ke rumah peserta didik yang bersangkutan, kemudian peserta didik tersebut dijemput oleh orang tua/wali dengan membawa surat izin dari sekolah.
1.3. Ada rekomendasi dari Kepala SMA Negeri 61 CIKALONGWETAN yang berkaitan dengan kegiatan sekolah.
1.4. Karena mengalami sakit atau kecelakaan selama berada di SMA Negeri 61 CIKALONGWETAN dan memerlukan perawatan darurat.

 

7. Selambat-lambatnya peserta didik sudah meninggalkan sekolah pada pukul 17.00 WIB
8. Kegiatan sekolah pada hari libur atau di luar jam belajar harus didampingi guru pembimbing dan mendapat izin dari Kepala SMA Negeri 61 CIKALONGWETAN.

 

Pasal 8
Ketidakhadiran Peserta didik

 

1. Peserta didik yang tidak hadir di sekolah, memberi informasi ke sekolah dan selambat-lambatnya pada hari pertama masuk sekolah menyerahkan surat dari Orang tua/wali kepada Wali Kelas atau kepada guru Bimbingan Konseling.
2. Peserta didik yang tidak masuk sekolah lebih dari tiga hari, membawa surat keterangan dokter dan diserahkan kepada Wali Kelas atau kepada guru Bimbingan Konseling.
3. Peserta didik yang tidak masuk karena direncanakan selama beberapa hari, Orang tua/Wali harus mengajukan surat permohonan izin kepada Kepala SMA Negeri 61 CIKALONGWETAN.

 

BAB V
LARANGAN DAN SANKSI BAGI PESERTA DIDIK

 

Pasal 9
Larangan Peserta Didik

 

Peserta didik SMA Negeri 61 CIKALONGWETAN dilarang:

 

1. Membawa rokok dan merokok di dalam kelas, di pekarangan sekolah, dan di lingkungan sekitar SMA Negeri 61 CIKALONGWETAN.
2. Membawa senjata tajam, senjata api, atau benda-benda lain yang tidak ada hubungannya dengan pendidikan dan pelajaran sekolah.
3. Membawa, menyimpan dan mengedarkan buku bacaan, kaset, video, file komputer, atau media lainnya yang bertentangan dengan norma dan nilai budaya nasional.
4. Membawa, menyimpan, mengedarkan, mengkonsumsi minuman keras, atau zat lain yang memabukkan, obat bius (ganja) heroin, serta zat adiktif lainnya.
5. Membawa uang secara berlebihan dan bila terjadi kehilangan menjadi tanggung jawab peserta didik yang bersangkutan.
6. Membawa atau bermain kartu (jenis judi) di sekolah dan/atau di lingkungan sekitar sekolah
7. Berpakaian, bersolek, mewarnai rambut, rambut gondrong bagi peserta didik pria (melebihi krah baju, melewati daun telinga, melebihi alis mata), mengecat kuku, dan berhias secara berlebihan yang bertentangan dengan norma dan nilai budaya.
8. Menerima tamu tanpa seizin Pimpinan SMA Negeri 61 CIKALONGWETAN.
9. Berkelahi, baik secara perorangan atau berkelompok.
10. Melakukan tindakan yang mengakibatkan kerugian, kehilangan, dan kerusakan materi milik SMA Negeri 61 CIKALONGWETAN maupun milik perorangan
11. Membentuk organisasi selain OSIS maupun mengadakan kegiatan lain tanpa seizin Kepala SMA Negeri 61 CIKALONGWETAN.
12. Mengaktifkan ponsel atau alat elektronik lain selama KBM berlangsung dan jika alat tersebut hilang, maka menjadi tanggung jawab peserta didik yang bersangkutan.
13. Makan, minum, dan meletakkannya di atas meja belajar selama KBM berlangsung.
14. Merayakan Ulang Tahun di kelas atau di lingkungan SMA Negeri 61 CIKALONGWETAN.
15. Meninggalkan buku atau barang apa pun di kelas, setelah pulang sekolah
16. Membawa mobil ke sekolah.
17. Nongkrong di lingkungan sekitar SMA Negeri 61 CIKALONGWETAN selama KBM.
18. Melakukan penghinaan, pelecehan, mengucapkan kata-kata kotor, maupun kata-kata lainnya yang menyinggung SARA.
19. Melompati pagar sekolah baik ke dalam maupun ke luar SMA Negeri 61 CIKALONGWETAN.
20. Melakukan perlawanan secara langsung kepada Kepala SMA Negeri 61 CIKALONGWETAN, Bapak/Ibu Guru, dan Karyawan sekolah.
21. Berpacaran atau bergaul tanpa mengindahkan norma agama, etika maupun adat istiadat ketimuran.
22. Melakukan kegiatan yang mengatasnamakan SMA Negeri 61 CIKALONGWETAN atau kerjasama dengan pihak dari luar sekolah tanpa seizin Kepala SMA Negeri 61 CIKALONGWETAN.
23. Meminta uang/barang lainnya kepada peserta didik lain maupun pihak lainnya dengan cara memaksa.
24. Memakai jaket di lingkungan SMA Negeri 61 CIKALONGWETAN.
25. Memberi atau menerima contekan atau bekerjasama selama ulangan dan ujian.

 

Pasal 10
Sanksi-sanksi

 

1. Peserta didik tidak berpakaian seragam sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, dikenakan sanksi melepas sepatunya dan meletakkannya di ruang guru.
2. Teguran secara lisan dari Pembina 8K apabila peserta didik tidak mematuhi salah satu pasal 9 ayat 5, 6, 7, 8, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 20, 22, 25, dan 26.
3. Peringatan tertulis disampaikan oleh guru Bimbingan Konseling kepada Orang tua/Wali peserta didik dilakukan jika peserta didik selama satu bulan mendapat dua kali teguran sebagaimana pasal 10 ayat 2.
4. Pemanggilan oleh guru Bimbingan Konseling kepada Orang tua/Wali peserta didik dilakukan jika peserta didik mendapat peringatan tertulis sebanyak dua kali dalam waktu satu bulan, dengan membuat perjanjian tertulis.
5. Apabila masih melakukan pelanggaran pasal 10 ayat 4, maka guru Bimbingan Konseling memanggil Orang tua/Wali peserta didik perjanjian tertulis di atas materai Rp6.000.
6. Pemberhentian sementara (skorsing) selama 3 (tiga) hari karena seorang peserta didik:

 


a. Merokok di sekolah
b. Membentuk organisasi selain OSIS
c. Kedapatan meminta uang/barang lainnya kepada peserta didik lain maupun pihak lainnya dengan cara memaksa
7. Pemberhentian sementara (skorsing) selama 6 (enam) hari dikenakan jika seorang peserta didik:
a. Berkelahi/baku hantam, baik secara perorangan, secara kelompok, maupun massal dengan membawa nama sekolah, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.
b. Kedapatan membawa, menyimpan dan mengedarkan buku bacaan, kaset, video, file komputer, atau media lainnya yang bertentangan dengan norma dan nilai budaya nasional.
c. Kedapatan membawa dan/atau mengkonsumsi minuman keras.
d. Kedapatan membawa senjata tajam yang tidak berkaitan dengan pelajaran.
e. Kedapatan mencuri barang apa pun di SMA Negeri 61 CIKALONGWETAN..
f. Kedapatan yang kedua kali merokok di sekolah.
g. Kedapatan yang kedua kali membentuk organisasi selain OSIS.
h. Kedapatan yang kedua kali meminta uang/barang lainnya kepada peserta didik lain maupun pihak lainnya dengan cara memaksa.
i. Bila melakukan pelanggaran terhadap pasal 10 ayat 4.

 

8. Tidak diizinkan masuk sekolah selama peserta didik yang bersangkutan menurut ketentuan yang berwajib/kepolisian berstatus sebagai tahanan.
9. Mengganti kerugian atau kerusakan materi milik SMA Negeri 61 CIKALONGWETAN, maupun milik perorangan apabila seorang peserta didik kedapatan membuat kerugian atau merusak barang milik SMA Negeri 61 CIKALONGWETAN.
10. Dikeluarkan dari sekolah apabila :

 


a. Kedapatan yang kedua kali berkelahi
b. Kedapatan yang kedua kali membawa senjata tajam yang tidak berkaitan dengan pelajaran.
c. Kedapatan yang kedua kalinya membawa dan/atau mengkonsumsi minuman keras.
d. Kedapatan yang kedua kali melakukan pelanggaran pasal 10 ayat 4.
e. Kedapatan yang ketiga kali merokok di lingkungan sekolah.
f. Kedapatan yang ketiga kali membentuk organisasi selain OSIS.
g. Kedapatan yang kedua kali mencuri benda apapun di SMA Negeri 61 CIKALONGWETAN.
h. Kedapatan membawa senjata api jenis apa pun di lingkungan SMA Negeri 61 CIKALONGWETAN.
i. Apabila terlibat atau menggerakkan/menghasut orang lain dalam perkelahian massal yang membawa nama SMA Negeri 61 CIKALONGWETAN.
j. Seorang peserta didik tidak hadir di sekolah selama 7 (tujuh) hari berturut-turut tanpa berita, sedangkan Orang tua/Wali peserta didik telah dipanggil, sementara panggilan tersebut tidak dipenuhi pada hari keempat setelah hari pemanggilan.
k. Melakukan tindak pidana dan dinyatakan bersalah serta dihukum oleh pengadilan disertai hukuman tambahan berdasarkan pasal 35 ayat 1 sub 6 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
l. Mengkonsumsi, menyimpan, mengedarkan heroin, ganja, morfin, maupun zat adiktif lainnya.

 

BAB VI
PERATURAN TAMBAHAN

 

Pasal 11

 

1. Para peserta didik yang membawa sepeda atau sepeda motor agar mengantisipasi keamanan kendaraan masing-masing.
2. Laporan Hasil Belajar Siswa (LHBS) yang dibagikan harus ditandatangani oleh Orang tua/Wali peserta didik dan dikembalikan kepada pihak sekolah sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
3. SMA Negeri 61 CIKALONGWETAN tidak bertanggung jawab terhadap kehilangan barang pribadi yang dibawa oleh peserta didik ke sekolah.

 

BAB VII
PENUTUP

 

Pasal 12

 

1. Hal-hal lain yang belum tercantum dalam tata tertib ini akan dimusyawarahkan kemudian.
2. Tata tertib peserta didik SMA Negeri 61 CIKALONGWETAN ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

 

 

 

 

 

 

 

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

Language

Arabic Chinese (Simplified) English French German Japanese

 PENDAFTARAN ONLINE

 PENDAFTARAN ONLINE

SISWA BARU

SMAN1 CIKALONG WETAN

SILAHKAN KLIK

 

GALERI VIDEO

 

PROFIL

Profil SMAN 1 Cikalong Wetan, selengkapnya tentang SMAN 1 Cikalong Wetan

 

BERITA TERBARU

Berita terkini di SMAN 1 Cikalong Wetan. Informasi terbaru dari kegiatan sekolah.

 

 

GURU

Tentang guru dari SMAN 1 Cikalong Wetan. Selengkapnya tentang tenaga pengajar.

 

SARANA & PRASARANA

Tentang fasilitas di SMAN 1 Cikalong Wetan.

 

 

SISWA

Tentang siswa dari SMAN 1 Cikalong Wetan. Segala sesuatu yang menjelaskan siswa.

 

PRESTASI

Prestasi dari SMAN 1 Cikalong Wetan, yang pernah dicapai oleh sekolah dan guru serta para siswa.